rosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosrosros
Entri terbaru…

Kamis, 22 September 2011

" Kulepas Cintaku dengan Bismillah...ros"



Seperti halnya kemarau, hujan pun akan berlalu...
air yang keruh, akan jernih dengan sendirinya...
panas, akan sejuk kemudian...
Tangis, akan reda...

Penantian akan berakhir bersama waktu...
pertanyaan, rekaan...pun akan tersingkap dengan sendiri...

usai sudah...
dayaku terhenti...
Meski yang tersisa, serpihan kaca yang tak bisa utuh lagi...ros


 

"Kejujuran yang menyakitkan akan lebih indah ketimbang kebohongan yang melenakan..."

Tak banyak yang bisa kulakukan selain mengucap Alhamdulillah...
Ya, Syukur atas berlangsungnya sebuah kebahagiaan yang melanda teman...sahabat...sekaligus orang yang terkasih...

dan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un bagiku...
paling tidak, kalimat ini menyejukkan hatiku...bahwa segalanya akan kembali kepada-NYA...termasuk rasa ini...

Mencintai karena Allah...
ini yang kulakukan sekarang...
memahami...dan menerima kalimat itu...
dan bahwa yang kuinginkan, mungkin bagi Allah bukanlah yang aku butuhkan...
Hanya mencintai,,,masalah memiliki...lepaskan bersama tarian angin...yang hanya akan terasa tanpa terlihat...

Bagi banyak orang, kata "ikhlas" mungkin sangat gampang terucap lisan dan tulisan... dan untuk yang merasakan, tak ada yang mampu mengisyaratkan kata itu selain senyum dan tangis...

Walau begitu, hukum alam tetap akan berjalan...Hukum Tuhan telah teroreh...yang terjadi kemarin, mungkin akan terulang,,,dengan diri kita, orang terdekat kita...meski dengan waktu yang berbeda...baik itu sedih atau pun bahagia...tergantung apa yang telah tertabur...

Di ufuk sana, memang masih terlihat gelap...tapi aku yakin,,,setelah ini, akan benderang menyinari...

layaknya rasa ini yang kini redup...aku yakin, kan tiba...pelita yang mampu menyinari segala sudut hatiku...

beserta lantunan ASMA'UL HUSNA,,,kulepaskan cintaku dengan bismillah. ros

Rabu, 03 Agustus 2011

" Rindu-Rindu Sang Gadiz...ros"



Bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya ros


sesaat hatiku berbicara...ingin melepaskan, melupakan...rasa yang aku punya untukmu...

Tapi, jika kuterdiam, hatiku sangat merindukanmu... jangan tanyakan mengapa??? aku merindukan sosok yang hanya ada dianganku...yang semakin jauh,,,jauh,,,dan jauh....

Tiap kata yang mengalun di telingaku, yang sempat terangkai dari bibirmu...kembali merayap perlahan diingatanku...sakit...sangat sakit...ketika kemampuan seseorang menjadi ukuran kelayakan...ketika tingkat spritual bisa menjadi alat penakar keserasian seseorang...ketika cinta dianggap hanya sebagai bualan kosong dan penghibur kala jenuh...ketika rasa tersingkirkan oleh banyaknya perhitungan yang menyebabkan terlahirnya cinta dengan logika dan nalar...ketika prestise lebih diagungkan ketimbang kejujuran nurani...ketika pamor lebih menjadi raja dalam hati...

Aku tak sepandai sang putri yang mampu menyihir pengagumnya dengan kalimat teduh Sang Khalik...

Aku tak seindah kembang yang mampu menyihir kumbang dengan lantutan indah bait puisi di tiap sarinya...

Dan aku juga tak selayak wanita dari negeri sang Nabi...

Aku hanya gadis biasa yang menantimu menjadi imamku...menuntunku...dengan segala kekuranganku...walau kau tetap diam dengan hati bak batu...aku tak lelah mengatakan ini semua...tak ada habisnya...dengarkan hatiku yang memanggilmu...dalam diam...pada-Nya...yang kini hanya menjadi rindu-rindu sang gadis...ros

Minggu, 12 Juni 2011

"Ketika Cinta Berselimut Bimbang...ros"



bismillahirrahmanirrahim...


Terhenti di persimpangan, bimbang...akan kemana jejakku selanjutnya membekas...
sekali melangkah, kupasti pantang untuk surut...itu kah kata hatimu...? 
atau kah bimbang entah akan kemana panah kan kau tancapkan...?
dengan banyaknya perkataan yang sudah terlontar tanpa bekas...
terhapuskah ? atau terlupa kah ?ros

Bimbang...


Hidup itu, selalu ada pilihan yang menjadi petunjuk utama dalam sandiwara ini. Di dalam pilihan pun selalu ada tanda atau isyarat bahkan penjelasan yang panjang mengenai pilihan itu sendiri. Terkadang, ada yang mampu terlihat dan terbaca dengan sangat jelas oleh mata. Terdengar sangat indah di telinga dan terpahami dengan seksama oleh akal dan pikiran...Tapi, terkadang kesemua itu tak mampu bekerja dengan maksimal ketika Ego memainkan pilihan itu.

Gunakan Hatimu...singkap dia hingga tanpa sehelai pun tirai yang menutupi, agar menjadi nahkoda dalam bimbangmu menentukan pilihan...

Banyak hal pemicu bimbang atau ragu...

Menghinggapi saat tiada kesanggupan menentukan arah...tak ada kematangan, tak ada kemantapan...atau pun ketidak ikhlasan terhadap sesuatu...cinta... serta emosi sesaat...

Dan, bimbang itu pula terkadang datang dari ketidakmengertian apa sebenarnya yang kita inginkan...ketidaktahuan, iya atau tidak....atau malah membodohkan diri sendiri dalam ketidakjujuran, bahkan hingga menenggelamkan diri dari keinginan untuk mencari yang sempurnah...

Lalu, ketika cinta memaksa kata "Bimbang" untuk bekerja...akan ada hal lain yang terlupakan atau tersisihkan untuk sementara waktu.

Ya Allah… Jika telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup... Satukanlah hatinya dengan hatiku dalam jalinan yang suci...
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami...serta seiringkanlah dalam melayari hidup ini..


Dan jikalau telah Engkau takdirkan…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan...

Ya Allah, Engkau Yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan, untuk melontar bayangannya jauh ke dada langit...
Hilang bersama malam yang gelap...
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya...
Ya Allah pemilik cinta yang abadi…Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah...Walaupun tidak sama dengan dirinya….
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu...
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan...Adalah yang terbaik untukku
Karena Engkau Maha Mengetahui...
—————————————
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat...Sesungguhnya Engkaulah pewaris terbaik atas diriku...

Kilas berbagi :

Dalam suatu ketika, sang ibu hendak menuju ke pasar dengan tujuan ingin membeli sekeranjang buah mangga yang akan di sugukan untuk acara keluarga siang nanti. Dalam hati sang ibu, ia harus mendapatkan buah yang bagus, manis dan murah...

Tak jauh dari rumah, terlihat ada warung kecil yang menjajakan buah tersebut. Bentuknya bagus, sangat menggiurkan, tapi tak banyak, hanya beberapa buah saja. Ketika sang ibu menghampiri menanyakan perihal buah tersebut, ia agak terperangah. Harganya sangat mahal. Ibu itu agak kecewa, sebab ia harus mendapat harga yang murah. Akhirnya ia meninggalkan warung itu. Ia kembali melangkah menuju pasar.

Tak jauh dari warung tersebut, ada lagi yang menjajakan buah yang sama dalam gerobak kecil. Setelah bertanya perihal buah tersebut, ternyata sang ibu kembali kecewa. Kali ini bukan karena harganya yang mahal, tapi karena rasanya yang masam. Sang ibu melangkah lagi meninggalkan tempat itu. Hingga tibalah sang ibu di pasar, dan setelah berkeliling mencari buah mangga yang diinginkan, ternyata ada seorang lagi yang menjajakan. Kali ini bentuknya kurang meyakinkan. kulitnya kehitaman, seperti menjelang busuk dan sedikit agak mahal ketimbang harga yang berikan oleh penjual yang pertama. Tapi yakin si penjual, mangga ini rasanya sangat manis meski kondisinya seperti itu, dan bentuknya memang seperti itu adanya. Sang ibu tak yakin.

Sang ibu Bimbang... dia harus mendapatkan buah yang cantik, manis dan murah...Ah, dia sangat bingung. Ketiga tipe buah itu tidak satu pun yang pas dengan ketiga kriteria yang diinginkannya. Akhirnya, dia mencoba kembali ke warung yang tak jauh dari rumahnya dengan niat untuk menawar harga buah tersebut. Tapi setiba dia di sana, sang ibu kembali menelan ludah kekecewaan. Buah mangga sudah habis terjual. Sang ibu menggerutu dah hatinya ,"ah, sial. Harusnya dari tadi aku membelinya saja."

Sang ibu lalu teringat mangga di pasar itu. Ia lalu mempercepat langkahnya. Tapi lagi2 mangga itu sudah laku terjual. Ia pun kembali menggerutu," celaka! aku tak kebagian. harusnya sejak tadi ku beli saja."

Kini, pilihan ibu itu hanya kepada penjual ke dua itu. masam dan harga murah...

~~~~

Setiap insan, setiap jiwa hidup, membutuhkan keleluasaan dalam menentukan pilihan. Sering terlontar candaan, jika bisa memiliki tiga-kenapa harus mengambil satu? hmm...sadarkah bahwa Allah memberikan apa yang kau butuhkan saja, bukan apa yang kau inginkan? dengan itu Allah menjawab dengan memberimu pilihan, bukan jawaban langsung. Allah hanya memberimu petunjuk dan alat untuk memahami petunjuk itu.

Pahami setiap jalan yang akan kau ambil dengan jeli. Apapun itu. Keadaan selanjutnya dirimu adalah saat kau memutuskan. Inilah pilihanku. Dalam banyak hal, salah memilih bukan hanya diri yang tersakiti, namun orang lain pun kadang ikut hanyut di dalamnya.

Semoga apapun yang menjadi pilihanmu, tiada penyesalan, dan itulah yang terbaik, untukmu dari Allah. Amin.ros

Ketika maya mengetuk...aku membuka, aku mengenalmu,
diantara tulisan, terlontar syair hati bak pujangga...

Ketika nyata kembali membelai...kau telah sangat jauh...
diantara ruang yang tak dapat kugapai...diantara gelayutan mata indah yang menantimu...aku hilang...
aku terkubur dalam zona merah khayalan cerita lalu.ros

Kamis, 02 Juni 2011

" Ada kah tentangku di hatimu? ros "

Rinduku...
teruntai lewat tinta...

meski telah tanpa warna...ku gores seadanya di atas kertas...

nampak kah guratan itu?
itu adalah sisa dayaku menggapaimu...

meski sudah tak jelas.... tangan halusmu kan merasa ketika menjamah...

ada hati yang patah pada kertas itu yang tidak terlihat jelas oleh matamu... Jika sudah tak terlihat... adakah tentangku yang tersisa di hati dan pikiranmu ? ros

Sabtu, 07 Mei 2011

" Indahnya Sebuah Jawaban... ros "



Terangkai kalimat indah untuk kedua kalinya...
Terasa dan merasa...

Begitu memboyong kesedihan...

Bening...tak tertahan...
mengalir...

Bukan karena kelemahan tapi karena pelupuk tak mampu membendung...

Mengalirlah hingga ke hilir...dan sampaikan pada-Nya tentang proses yang menempa hatiku...Bentuklah menjadi mutiara indah, yang tercipta dari pasir kesedihan yang berusaha kukeluarkan dari kerang hatiku..

Kesabaran yang belum kunjung berbuah...
atau mungkin tak akan pernah...ros


★ Sebuah ketegasan. Ya, itulah yang selalu diharapkan. Siapa pun itu dan dalam kondisi apapun. Ketegasan dalam suatu putusan yang harusnya diutarakan. Baik atau buruk. Akhirnya, si penerima putusan yang harus menentukan.

Jangan melampaui kapasitasmu sebagai manusia. Rahasia tentang jalan kehidupan adalah Rahasia Tuhan. Tugas kita hanya menjalani sesuai petunjuk dan hati nurani. Manusia diciptakan sebagai insan yang peka terhadap sekitar kita. Kita punya rasa. Bukan batu yang menunggu digerakkan baru bergerak. Kita punya hati yang bisa menggerakkan sesuatu dengan bekal petunjuk dari Allah.

★ Dalam cinta, diperlukan sebuah ketegasan, iya atau tidak. Mengapa?

Cinta itu insulin kehidupan. Dia tak butuh teman untuk membuatnya hidup tapi dia butuh teman untuk saling melengkapi. Cinta itu tak butuh penopang untuk membuatnya berdiri, tapi dia butuh penopang untuk membuatnya kuat.


★ Dalam cinta, terkadang terselip nafsu-ego-kenaifan-kejujuran. Jika cintamu itu adalah nafsu, maka kau tidak akan menjadi lebih baik. Jika cintamu itu adalah ego, maka kau akan lupa. Jika cintamu adalah kenaifan, maka kau akan buta. Dan jika Cintamu adalah kejujuran, maka itulah insulinmu.

~aku pernah bertanya kepada seorang ulama, bahwasanya aku mencintai seseorang, dan darinya aku merasa lebih baik untuk mengenal siapa Pemilik-Ku. Merasa ingin dekat dan meraih apa yang dicintai-Nya. Apakah yang aku lakukan salah?

Ulama itu hanya menjawab...cinta itu karena Allah...mampu memberi petunjuk yang baik, maka biarkan dia bersemayam di hatimu dan beri pupuk iman dan takwa agar kelak jika cinta itu pergi untuk sementara waktu, kau tidak goyah. Jadikan Cinta dari-Nya, sebagai bekal untuk meraih cinta para pencinta-Nya.

~ lalu, bagaimana dengan jodoh?

Biarkan Cinta itu bak mata air yang suci, mengalir memberi kehidupan. Tentang dimana dia bermuara, serahkan kepada Allah. Cinta itu adalah cikal bakal kehidupan. Sedangkah jodoh adalah buah dari cinta. Meski kadang, ada cinta yang tak berbuah...tapi, tak ada penyesalan... kenapa? karena telah ada usaha untuk menanam dan merawatnya.

Betul, kita tak perlu risau dengan jodoh. Karena tak berjodoh didunia, maka Allah akan memberikan ciptaan terbaiknya untuk kita di Surga.

Tapi, tahu kah bahwa kita salah satu diantaranya? Tidak. Maka kita wajib mencari bibit, menanam dan merawatnya. Tentu saja dengan petunjuk yang harus diikuti beserta aturan-Nya.

Ya Allah, jikalau cinta yang kusampaikan padanya, salah bagi-Mu...Ampuni aku...

aku hanya menginginkan sebuah kejujuran...adakah aku disalah satu ruang kecil dihatinya yang belum berpenghuni...? Agar kujaga amanat itu dalam diamku bersama-Mu...

Ya Allah, satu hal yang tak bisa kusangkal...aku mencintainya karena menginginkan Surgamu...Aku ingin, kelak..Kau bangkitkan aku bersama orang yg kucintai di Jalan-Mu...

Namun, kusadari...yang kuinginkan belum tentu keinginan-Mu untukku...
Putuskanlah perkara hatiku Ya Allah...Jangan Engkau biarkan orang yang kucintai bersedih bersamaku...Jaga ia ya Allah... Pilihkanlah bidadari cantik di dunia dan akhirat untuknya...dan kupasrah kan hatiku ini pada-Mu ya Allah...kemana Engkau akan memuarakannya...ros

Minggu, 17 April 2011

" Open Your Eyes .ros "


Look around yourselves
Can’t you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony

Let’s start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us
Or are we so blind
To push it all aside..
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
Guide us every single day..
Keep us close to You
Until the end of time..

Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you’re feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?

When a baby’s born
So helpless and weak
And you’re watching him growing..
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..

Allah..
You created everything
We belong to You
Ya Robb we raise our hands
Forever we thank You..
Alhamdulillah...ros

===================================================================================================================
Lihat sekeliling dirimu
Tidak bisakah kau melihat keajaiban ini ?
Penyebar didepanmu
Awan mengambang
Langit yang jelas dan biru
Planet di orbit
Bulan dan matahari
Seperti harmoni yang sempurna

Mari kita mulai pertanyaan dalam diri kita
Apakah bukti ini tidak cukup bagi kita
Atau kita begitu buta
Untuk mendorong itu menjadi jauh ..
Tidak...

Kita hanya perlu
Membuka mata kita, hati kita, dan pikiran
Jika kita hanya melihat terang untuk melihat tanda-tanda
Kita tidak bisa terus bersembunyi dari kebenaran
Biarkan membawa kita dengan kejutan
Membawa kita dalam cara terbaik
Panduan kita setiap hari ..
Membuat kita dekat dengan Engkau
Hingga akhir waktu ..

Lihatlah didalam dirimu
Semacam keteraturan yang sempurna
Bersembunyi di dirimu
Berjalan di nadimu
Bagaimana tentang cinta kemarahan dan rasa sakit
Dan semua hal yang kau rasa
Dapatkah kau menyentuhnya dengan tanganmu?
Jadi, apakah mereka benar-benar ada?

Ketika bayi lahir
Jadi tak berdaya dan lemah
Dan kau mengamatinya tumbuh ..
Jadi mengapa menolak
Apa yg ada di depan matamu
Keajaiban terbesar dalam hidup ..

Allah ..
Engkau menciptakan segalanya
Kami milik Engkau
Ya Robb kami mengangkat tangan kami
Selamanya kami berterima kasih ..
Alhamdulillah ..

Sabtu, 02 April 2011

" Persahabatan di Jalan Allah...ros"


Bismillah...

Sabda Rasulullah saw : "seseorang bersama orang yang dicintainya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang dicintainya itulah, kelak yang akan datang bersamanya pada hari kiamat. Silahkan memilih, siapa yang kita cintai untuk datang bersamanya kelak.ros

Jika kita mencintai nabi saw, mencintai para sahabat, mencintai manusia" suci, beradab, terhormat dan beragama,insya Allah, kelak akan datang bersama mereka. " Seseorang akan dibangkitkan dengan orang yang dicintainya."

***

Sempat terbesit di hati kecilku untuk mengakhiri persahabatanku di dunia tanpa batas dan terbatas jarak. Aku ingin sendiri dalam memahami jawaban atas permohonanku kepada Allah, ingin sendiri dalam meniti segala rentetan atas kejadian yang aku alami, aku ingin sendiri dalam menikmati indahnya cinta Allah padaku akhir" ini, aku ingin sendiri menikmati rasa yang telah kuluapkan bersama ayat" cinta yang kupersembahkan pada Yang Maha Penyayang, ingin sendiri dalam memantabkan diri mencari cinta-Nya dan aku ingin sendiri tanpa ada campur rasa selain rasaku untuk-Nya.

Mungkinkah ada sebuah ketakutan yang menyebabkan keinginan untuk sendiri? Aku sadari itu, iya. Aku takut jika rasa yang sedang kutujukan pada-Nya ternoda oleh rasa manusiaku yang masih bersemayam indah di dalam hati. Ego. Aku berusaha menghilangkan itu dengan kesendirian dan menutup rapat pandanganku dari hal yang akan menimbulkan ego di hatiku. Ketidaktenangan jiwa yang notabene sedang kucari penawarnya.

Sekali lagi aku merasa Allah menyayangiku dan aku yakin itu...! Karena ditiap kekeliruan langkahku dalam mendekati-Nya, selalu saja ada hal baru yang membuatku tersadar bahwa yang sedang kulakukan adalah salah...!

Mungkin ketika aku mencari cinta-Nya, itu ada hal yang benar. Tapi perjalanan menuju-Nya, aku merasa ada keliru dalam menafsirkan.

Persahabatan...
Ya...aku butuh persahabatan
Aku butuh sahabat yang akan bersamaku kelak...
Aku butuh seseorang yang akan memberiku nasihat
Aku butuh seseorang yang akan menggenggam tanganku di hari Kebangkitan nanti...

Sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman didalamnya, yang diriwayatkan oleh Mu'adz bin Jabal dari Rasulullah saw : "Aku mewajibkan kecintaan-Ku kepada dua orang yang saling mencintai didalam jalan-Ku."

(HR. Imam Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud).< Hadist Rasulullah saw dari Umar bin Khatab.ra, ia berkata, Rasulullah saw telah bersabda, "Sesungguhnya diantara hamba" Allah, mereka bukanlah para Nabi, bukan para Syuhada', namun para Nabi dan para Syuhada' merasa iri dengan tempat yang mereka terima dari Allah pada hari kiamat. Mereka adalah kaum yang saling mencintai dengan ruh Allah yang bukan (berasal) dari rahim" diantara mereka (tidak ada ikatan keluarga, bukan juga demi harta yang saling mereka berikan. Demi Allah! wajah mereka bagaikan cahaya, dan sungguh mereka seperti cahaya. Bila manusia takut, mereka tidak takut, bila manusia bersedih, mereka tidak bersedih." (HR. Abu Daud)

Sekilas kisah Rasulullah mengenai persahabatan :

Ketika perang Uhud, banyak kaum muslimin yang terbunuh dan luka-luka. Untuk yang terbunuh, Nabi memerintahkan untuk mengubur para syuhada' berdua-dua dalam satu kubur. Nabi berada ditengah penguburan tesebut sambil menangis sedih atas kematian Hamza.ra, kemudian berkata, "Berhenti, carikanlah aku (mayat) Abdullah bin Haram dan Amru bin Jumuah! Kuburkan mereka berdua. Sungguh, mereka didunia saling mencintai."

Setelah itu Rasulullah mencari Abu Bakar dan Umar, lalu beliau berdiri bersama kedua sahabatnya seraya berkata sambil menggenggam tangan Abu Bakar dan Umar, "Beginilah kita akan dibangkitkan kelak dihari kiamat."


Subhanallah...

Aku pun jadi teringat salah satu cerita tentang Abu Darda dan Salman al-Farisi. Dua sahabat dijalan Allah (maaf ini akan aku bahas di curhatan berikutnya ^_^,,,kisah cinta yang mengharukan ros ^_^ nurut aku se,,,)

Kekeliruanku terjawab sudah. Hal kecil tapi berdampak sangat besar. Namun kini aku kembali bertanya kepada Allah...Siapakah sahabat yang akan Engkau sandingkan bersamaku kelak?

Salam ^_^ ros
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau se­nantiasa memandangku, hadir di dekatku, sangat berkuasa terhadap diriku. Engkau meliputi diriku dengan pengetahuan, pen­dengaran, dan penglihatan-Mu. Berikan­lah kepadaku kedekatan dengan-Mu dan perasaan takut kepada-Mu, maka kuat­kanlah keyakinanku kepada-Mu. Dan kepada-Mu aku bergantung, maka perbaiki­lah urusan agamaku. Dan kepada-Mu aku berserah diri, maka berikanlah aku rizqi yang dapat mencukupiku. Dan kepada-Mu aku berlindung, maka peliharalah aku dari apa-apa yang menyakitiku. Engkau cukup bagiku dan Engkau sebaik-baik yang mengurus.

Ya Allah, jadikanlah aku ridha dengan ketentuan-Mu dan buatlah aku qana'ah (merasa puas) dengan pemberian-Mu, berikanlah aku petunjuk untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu, dan jadikanlah aku termasuk di antara para kekasih-Mu. Eng­kaulah Yang Maha Menolong lagi Maha Terpuji.
Statusbooks Indonesia